7 Kemampuan Modal Kesuksesan

> 7 Kemampuan Modal Kesuksesan
>
> Bagi sebagian orang, sukses adalah sesuatu yang sepertinya memang
> sudah digariskan oleh Tuhan. Ini menimbulkan pandangan yang sifatnya
> deterministik atau menyerah kepada nasib. Akibatnya, jika orang sudah
> lebih dulu merasa dirinya tidak bernasib baik, maka sukses adalah
> sesuatu yang sulit digapai. Dari keyakinan yang sembrono inilah lahir
> banyak kegagalan.
>
> Namun bagi sebagian lagi, sukses adalah sesuatu yang bisa
> diperjuangkan. Tidak dimungkiri, memang ada sebagian orang yang lebih
> beruntung dalam hidup ini. Artinya, orang tersebut memerlukan usaha
> yang relatif lebih sedikit dibanding orang kebanyakan dalam
> memperoleh kesuksesannya. Namun bagi para pejuang yang ingin
> berhasil, kesuksesan selalu berarti usaha melebihi dari rata-rata
> kebanyakan orang.Yang dibutuhkan oleh orang-orang bermental pejuang
> seperti ini adalah kemauan untuk mengasah ketrampilan-ketrampilan
> pribadi yang mendasar sifatnya.
>
> Berikut adalah ringkasan dari sejumlah kemampuan (ketrampilan)
> pribadi yang diyakini paling berpengaruh dalam mengubah nasib
> seseorang, dari individu yang biasa menjadi individu yang berhasil.
>
> 1. Kemampuan Berpikir Positif
> Orang yang mampu berpikir secara positif memandang kesulitan sebagai
> tantangan, menganggap kritik sebagai sumbangan pemikiran, dan melihat
> banyak peluang dan kemungkinan dalam ketidaksempurnaan. Sementara
> orang negatif menganggap kesulitan sebagai bentuk dari kegagalan atau
> kebodohannya sendiri. Berpikir positif berarti menjauhkan diri dari
> segala bentuk prasangka buruk, baik terhadap seseorang maupun obyek
> tertentu. Seseorang yang suka berprasangka buruk mudah sekali
> kehilangan peluang, kurang berhasil dalam relasi sosial, dan mudah
> mendatangkan masalah dalam kehidupan organisasi.
>
> 2. Kemampuan Menetapkan Tujuan
> Kemampuan menetapkan tujuan sangat mendasar dalam mendesain sukses
> seseorang. Tujuan merupakan pedoman yang mengarahkan seseorang untuk
> mengambil tindakan-tindakan yang tepat dan terukur. Tujuan mengontrol
> atau mengawasi perilaku seseorang. Dan tujuan memberi kekuatan untuk
> maju dan mengalahkan berbagai rintangan.
>
> Jika seseorang gagal menetapkan tujuan, maka ia bergerak tanpa arah.
> Dalam kehidupannya, orang ini tidak tahu mau kemana dan sudah sampai
> tahap mana. Pada tahap yang sangat kronos, orang tanpa tujuan sama
> artinya dengan orang yang kehilangan kepribadian.
>
> 3. Kemampuan Bekerjasama
> Dalam banyak kisah kesuksesan, hampir menjadi kebenaran umum bahwa
> sukses seseorang selalu diraih berkat bantuan atau kerjasama dengan
> orang lain. Jarang sekali sebuah kesuksesan diraih murni dari usaha
> sendiri. Bahkan seorang seniman yang paling eksentrik sekalipun
> membutuhkan kerjasama dengan orang lain supaya karya-karyanya
> dihargai dengan layak.
>
> Sukses selalu membutuhkan kemampuan bekerjasama. Ini berarti ada
> proses saling memberi, saling mendukung, saling melengkapi, dan
> bergerak bersama-sama menuju suatu tujuan.
>
> 4. Kemampuan Mengendalikan Tekanan
> Tangga kesuksesan biasanya harus ditapaki dengan berbagai beban dan
> gangguan di sekelilingnya. Jarang sekali kesuksesan bisa diperoleh
> 100% dengan gratis. Dalam bidang yang sangat kompetitif, tahapan-
> tahapan kesuksesan sering mendatangkan beban atau tekanan psikologis
> yang luar biasa. Maka, para pejuang kesuksesan harus memiliki
> mekanisme dalam mengelola tekanan tersebut.
>
> Popularitas seorang selebritis misalnya, selain mendatangkan uang
> banyak juga mendatangkan gangguan-gangguan psikologis. Kematian Elvis
> Presley, Marlyn Monroe, John Lenon atau Bruce Lee justru pada saat
> mereka di puncak kejayaannya memang penuh dengan misteri. Namun dari
> sekian banyak analisis, selalu ditemukan unsur tekanan dan ketakutan
> berlebihan pada diri mereka atas sukses yang mereka alami.
>
> 5. Kemampuan Berpikir dan Bertindak Kreatif
> Tak dipungkiri, kreatifitas menjadi biang dinamika peradaban. Pribadi-
> pribadi kreatif mampu memformulasikan sesuatu yang baru, memodifikasi
> sesuatu yang lama menjadi baru, dan bisa mencipta dari sesuatu yang
> belum ada menjadi ada. Di era yang serba instan dan kompetitif ini,
> pola-pola lama sering tidak memadai lagi sebagai andalan bersaing. Di
> sinilah dibutuhkan cara-cara berpikir yang segar serta diikuti dengan
> tindakan yang tepat. Kisah sukses sering diawali dengan cara berpikir
> yang sederhana namun kreatif.
>
> 6. Kemampuan Bertindak Tepat
> Seuatu yang bernilai jadi tidak bernilai jika tidak ada pada waktu
> dan tempat yang tepat. Begitu juga sebuah tindakan. Dalam kehidupan,
> berhasil tidaknya kita sangat ditentukan oleh ketepatan tindakan yang
> kita ambil, baik dari sisi jenis maupun waktu bertindaknya. Orang-
> orang sukses biasanya memiliki kemampuan mengambil tindakan yang
> tepat serta pada waktu yang dibutuhkan, terutama sekali karena mereka
> telah berulang kali menghadapi situasi serupa. Kemampuan instingtif
> atau feeling mereka terlatih oleh tantangan demi tantangan yang
> berhasil mereka taklukan. Ini sekaligus menunjukkan hukum kesuksesan
> yang sejatinya memang tidak bisa diperoleh secara instan.
>
> 7. Kemampuan Mencintai
> Nah, yang lebih menarik lagi adalah bahwa orang-orang sukses selalu
> memiliki kemampuan untuk mencintai apa saja yang diyakini dan yang
> dilakukannya. Kecintaan tersebut membuat mereka mencurahkan
> perhatian, tenaga, dan usaha dengan sepenuh hati. Kemampuan itu pula
> yang membuat mereka tahan banting dan bersemangat mengalahkan setiap
> tantangan. Ini sekaligus menjawab mengapa orang-orang sukses memiliki
> dedikasi yang mengagumkan pada bidang-bidang yang ditekuninya. Tanpa
> kemampuan mencintai, orang sukses tak akan mampu bertahan lama dalam
> tangga kesuksesannya.
>
> 8. Kemampuan Memimpin
> Sulit dipungkiri, orang-orang sukses adalah mereka yang memiliki
> kemampuan mengorganisasikan dan mendayagunakan tenaga atau pikiran
> orang lain menuju suatu tujuan tertentu. Sesederhana apa pun pribadi
> seseorang yang sukses, ia berpeluang menjadi seorang pemimpin. Orang
> sukses seperti memiliki kharisma, sering menjadi sumber inspirasi,
> mampu memotivasi (langsung atau tidak langsung), dan sering emnjadi
> teladan bagi orang lain. Yang menarik, banyak orang sukses yang lahir
> bukan sebagai pemimpin, tapi ia sukses karena dirinya mampu memimpin
> orang lain.(ez)

from: http://www.indonesiaindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: