Stucture – Macro Borland C++

Macro

Preprocessor Directives

Adalah suatu perintah yang termasuk kedalam program, tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri, tetapi untuk preprocessor. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler, ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung, didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : #

Ada beberapa preprocessor directive, diantaranya adalah :

 

# define

 

Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.

Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah:

#define nama_konstanta teks

 

Contoh :

Teks

#define A 6

 

Nama_Konstanta

 

Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define,

Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar, guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Teks dapat berupa :

• Numerik                       à #define PI 3.14

• Karakter                       à #define HURUF ‘B’

• String                            à #define JABATAN “INSTRUCTOR”

• Pernyataan                   à #define CETAK (“Borland C++”)

• Fungsi Sederhana         à #define LUAS_KUBUS (n*n)

 

Contoh1:

 

/* ————————– */

/* Program Penggunaan #define */

/* ————————– */

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

#define PI 3.141592

#define L(n) PI*n*n

main()

{

clrscr();

cout<<“Luas Lingkaran dengan : “<<endl;

cout<<“Jari-jari = 5 adalah “<<L(5)<<endl;

cout<<“Jari-jari = 10 adalah “<<L(10)<<endl;

getche();

}

 

Contoh2:

 

/* ————————– */

/* Program Penggunaan #define */

/* ————————– */

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

#define awal {

#define akhir }

#define mulai() main()

#define cetak cout

#define masuk cin

#define hapus() clrscr()

#define tahan() getch()

#define LS_KUBUS (sisi*sisi)

mulai()

awal

int sisi, ls_kubus;

hapus();

cetak<<“Program Penggunaan #define”<<endl<<endl;

cetak<<“Masukkan Nilai Sisi Kubus = “; masuk>>sisi;

ls_kubus = LS_KUBUS;

cetak<<“Luas Kubus adalah : “<<ls_kubus;

tahan();

akhir

 

# include

 

berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan :

#include nama_file_header

atau

#include <nama_file_header>

Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda, yaitu :

 

#include nama_file_header

“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “.

 

#include <nama_file_header>

“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya, kecuali pada directori yang sedang aktif.

 

Pembuatan File Header

File Header adalah suatu file dengan akhiran .h . File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++, kita dapat juga membuat file header sediri, dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .h .

 

Buatlah program file heder dibawah ini, kemudian simpan dengan nama : atur.h, pada folder kerja anda folder include

Contoh-1

 

/* atur.h */

#define awal {

#define akhir }

#define mulai() main()

#define cetak cout

#define tampil cprintf

#define masuk cin

#define hapus() clrscr()

#define jika if

#define warna textcolor

#define tahan getche()

 

Buatlah program dibawah ini, kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri.cpp

 

/* ———————————- */

/* program dengan file header sendiri */

/* ———————————- */

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

#include”atur.h”

mulai()

awal

int a, b, c;

hapus();

warna(4);

tampil(“\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n”);

cetak<<endl;

cetak<<“Masukkan Nilai A = “; masuk>>a;

cetak<<“Masukkan Nilai B = “; masuk>>b;

c=a+b;

cetak<<“Hasil dari “<<a<<” + “<<b<<” = “<<c;

tahan;

akhir

 

 

 

Structure

Structure digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal

Deklarasi Structure

struct nama_tipe_struktur

{

elemen_struktur;

…..

…..

};

 

struct

{

elemen_struktur;

…..

…..

} nama_tipe_struktur;

 

Atau

Contoh1:

 

/* —————————- */

/* Program Penggunaan structure */

/* Nama File : struct1.cpp */

/* —————————- */

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

main()

{

struct

{

char nim[5];

char nama[15];

int nilai;

} mahasiswa;

clrscr();

cout<<“masukan NIM = “; cin>>mahasiswa.nim;

cout<<“masukan Nama = “;cin>>mahasiswa.nama;

cout<<“masukan Nilai Akhir = “; cin>>mahasiswa.nilai;

cout<<“\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n”;

cout<<“NIM = “<<mahasiswa.nim<<endl;

cout<<“Nama = “<<mahasiswa.nama<<endl;

cout<<“Nilai Akhir = “<<mahasiswa.nilai<<endl;

getch();

}

 

Nested Structure

 

Contoh2:

/* ———————————– */

/* Program Penggunaan Nested structure */

/* ———————————– */

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

main()

{

struct dtmhs

{

char nim[9];

char nama[15];

};

struct dtnil

{

float nil1;

float nil2;

};

struct

{

struct dtmhs mhs;

struct dtnil nil;

} nilai;

clrscr();

//-> masukan data

cout<<“masukan NIM = “; cin>>nilai.mhs.nim;

cout<<“masukan Nama = “; cin>>nilai.mhs.nama;

cout<<“masukan Nilai UTS = “; cin>>nilai.nil.nil1;

cout<<“masukan Nilai UAS = “; cin>>nilai.nil.nil2;

cout<<endl;

//-> menampilkan hasil masukan

cout<<“masukan NIM = “<<nilai.mhs.nim<<endl;

cout<<“masukan Nama = “<<nilai.mhs.nama<<endl;

cout<<“masukan Nilai UTS = “<<nilai.nil.nil1<<endl;

cout<<“masukan Nilai UAS = “<<nilai.nil.nil2<<endl;

cout<<endl;

getch();

return(0);

}

 

Structure dengan Array

struct

{

elemen_struktur;

…..

…..

} nama_tipe_struktur[jml_index];

 

Contoh3:

#include <stdio.h>

#include <conio.h>

#include <iostream.h>

main()

{

int i,j=1;

struct

{

char nim[10];

char nama[15];

float nilai;

} mhs[5];

clrscr();

for(i=1;i<=2;i++)

{

cout<<“Data ke-“<<i<<endl;

cout<<“Masukkan NIM              : “;cin>>mhs[i].nim;

cout<<“Masukkan Nama             : “;cin>>mhs[i].nama;

cout<<“Masukkan Nilai Akhir      : “;cin>>mhs[i].nilai;

cout<<endl;

}

 

for(i=1;i<=2;i++)

{

cout<<“Data ke-“<<i<<endl;

cout<<“NIM         = “<<mhs[i].nim<<endl;

cout<<“Nama        = “<<mhs[i].nama<<endl;

cout<<“Nilai Akhir = “<<mhs[i].nilai<<endl;

cout<<endl;

}

getch();

}

 

Structure dengan Function

/* —————————————— */

/* Program Penggunaan structure pada function */

/* Nama File : struct4.cpp */

/* —————————————— */

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

char ket(float n);

main()

{

int i, j=1, k=1;

struct

{

char nim[5];

char nama[15];

float nilai;

} mhs[5];

clrscr();

for(i=0; i<2; i++)

{

cout<<“Data Ke – “<<j++<<endl;

cout<<“masukan NIM = “; cin>>mhs[i].nim;

cout<<“masukan Nama = “; cin>>mhs[i].nama;

cout<<“masukan Nilai Akhir = “; cin>>mhs[i].nilai;

cout<<endl;

}

clrscr();

for(i=0; i<2; i++)

{

cout<<“Data Ke – “<<k++<<endl;

cout<<“NIM = “<<mhs[i].nim<<endl;

cout<<“Nama = “<<mhs[i].nama<<endl;

cout<<“Nilai Akhir = “<<mhs[i].nilai<<endl;

cout<<“Keterangan yang didapat = “;

cout<<ket(mhs[i].nilai)<<endl; cout<<endl;

}

getch();

}

char ket(float n)

{

if(n > 65)

return ‘L’;

else

return ‘G’;

}

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: